Surga Tersembunyi itu Bernama Pantai Butuh

Maret 30, 2018 348 0 4

Akhir pekan dan long weekend adalah moment yang tepat untuk mengistirahatkan badan setelah berhari-hari bergelut dengan kerjaan, banyak sekali alternatif pilihan untuk memanjakan tubuh, bagi sebagian orang memilih menikmati pemandangan alam baik di pegunungan maupun pantai, tak terkecuali saya, hari itu saya memutuskan untuk mengeksplor beberapa pantai yang ada di gunung kidul, dan saya memutuskan untuk mecoba hal yang baru bagi saya yaitu menikmati malam di salah satu pantainya.

Persiapan demi persiapan pun saya lakukan mengingat ini hal yang pertama bagi saya, dimulai dari mecari tenda serta sleeping bag untuk menginap, serta hal yang tak kalah pentignya yaitu stok makanan dan camilan, maklum saya termasuk yang mudah lapar tengah malem, dan saya taupasti tempat yang akan saya kunjungi ini belum ada warung yang buka sampai malam.

tempat mendirikan tenda yang aman

tempat mendirikan tenda yang aman

Perjalananpun dimuali, Setelah memenpuh perjalanan 1,5 jam dari pusat kota jogja (termasuk mampir beli camilan) saya pun sampai di tujuan, salah satu surga pantai bernama pentai butuh, kenapa dibilang surga, karena patai ini masih sangat alami, masih jarang pengunjung dan tentunya tersedia lahan untuk mendirikan tenda dengan jarak yang aman dari bibir pantai karena ada batas antara pantai dan lahan untuk mendirikan tenda tersebut.

 

view dari depan tenda

view dari depan tenda

 

Dan benar saja malam itu hanya ada satu tenda yang didirikan, serasa milik pribadi pokoknya menikmati alunan ombak dan suasana malam pantai diterangi cahaya bulan, sampai akhirnya kantuk menghampiri karena esok pagi harus menjemput mentari, baru saja terlelap sayup-sayup terdengar kendaraan yang menuju kearah kami dan ternyata  itu adalah rombongan dari anak-anak yang juga ingin menikmati malam di pantai, sampai akhirnya malam itu ada juga tenda yang menemani kami.

suasana pagi di pantai butuh

suasana pagi di pantai butuh

 

Meski pantai ini belum dikelola secara profesional tapi untuk akses jalan saya katakan bagus, kenapa? karena kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 bisa sampai ke dekat pantai, bahkan malam itu kendaraan saya bisa parkir persis disamping tenda, tak perlu khawatir karena dari tempat penitipan kendaraan hanya perlu berjalan sekitar 70 meter dan kalian akan langsung disuguhi pemandangan pantai yang asri dengan hamparan pasir putih yang mengajak kalian untuk bermain. Hanya saja saat berjarak sekitar 6km sebelum sampai tempat ini jaringan dari provider yang saya gunakan hilang, dan tentunya itu menjadi masalah tersendiri bagi saya, karena selain untuk penunjuk jalan juga digunakan untuk keperluan lainnya.

hamparan pasir putih dan ombak yang tenang

hamparan pasir putih dan ombak yang tenang

Saat mentari pagi mulai muncul hal itulah yang paling ditunggu-tunggu, menikmati pantai dipagi hari dengan udara yang sangat segar, pagi itu ternyata tidak hanya saya dan satu tendda lainnya tapi ada beberapa pengunjung yang juga ingin menikmati air pantai di pagi hari, dan benar saja pagi itu kami semua dibuat kagum dengan suasananya.

muka belum mandi ini sih

muka belum mandi ini sih

 

Berikut ini ada beberapa tips dari perjalanan yang saya lakukan kemarin, cekidot :

  • Siapkan tenda serta sleeping bag dan lampu untuk penerangan, karena tempat ini masih minim penerangan.
  • Jika kalian punya masalah suka lapar tengah malam seperti saya, pastikan sebelum sampai kesini kalian mampir untuk membali camilan atau bahan makanan, karena tempat ini tidak adda warung yang buka sampai malam.
  • Pastikan kendaraan kalian dalam kondisi fit karena medan untuk sampai kesini lumayan terjal dan naik turun.
  • Siapkan kantong plastik untuk menampung sampah kalian ya, jangan dibuang sembarangan.

Yap, itulah beberapa tips yang bisa saya bagi berdasarkan pengalaman pribadi.

 

Jadi, sudah ada acara kemana menikmati akhir pekan ini?

Tags: gunung kidul, jogjakarta, ngecamp, pantai, pasir putih, surga wisata, tempat ngecamp asik, wonosari Categories: Travel
share TWEET PIN IT SHARE share
katadangu

hanya mencoba menceritakan pengalaman.

Related Posts
Leave a reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *