Marhaban yaa Ramadan

Mei 4, 2019 207 2 1

Ramadan datang kembali, sudah siapkah kita menyambut bulan penuh bekah bagi umat Muslim ini? ya banyak hal yang menarik dari bulan Suci ini, yang paling sering muncul dan paling rame yaitu saat menunggu waktu berbuka puasa atau disebut juga dengan kegiatan ngabuburit ramadan. Tapi, apakah suasana ngabuburit saat ini masih sama dengan dahulu kala saat kita masih kecil? Yang jelas bagiku suasana dulu jauh lebih menyenangkan daripada sekarang. Meskipun saat ini sudah lebih banyak tempat dan fasilitas untuk ngabuburit namun suasana masa kecil tak akan pernah bisa tergantikan dan diulang kembali.

Aku hanyalah anak desa yang kesehariannya bermain berkeliling kampung bersama teman-teman sebaya, memainkan beragam permainan tradisional atau sesekali bermain bola layaknya anak laki-laki pada umumnya. Ketika memasuki bulan Ramadan anak seusiaku sibuk menanti jadwal kapan diadakannya buka bersama di Masjid. Karena saat itulah kami dapat berkumpul dan seru-seruan bersama teman-teman, maklum saat itu desa kami belum tersentuh jaringan internet maupun media sosial, bahkan handphone pun masih dimiliki oleh sebagian orang saja

katadangu.com/masjid fathul jannah
katadangu.com/masjid fathul jannah

Tapi, dengan segala keterbatasan tersebut kami sebagai anak desa tetap bisa berkumpul dan bercanda bersama-sama. Tak ada grup Whatsapp yang digunakan untuk janjian namun seakan kami saling terhubung satu sama lain dimana masing-masing dari kita sudah tau kapan waktu berkumpul dan dimana tempatnya.  Tak terkecuali untuk kegiatan di Bulan Ramadan, begitu jam 4 sore kami anak-anak desa sudah mandi dan bersiap untuk berangkat kemasjid, berjalan kaki ratusan meter tak menjadi halangan untuk kami, sepanjang perjalanan tak jarang singgah dirumah anak lain untuk diajak berangkat bersama.

Sesampai di Masjid sambil menunggu pengasuh kami memainkan permainan tradisional seperti petak umpet dan sejenisnya, namun ketika pengasuh sudah datang dan memulai acara kami segera berkumpul masuk ke dalam Masjid untuk mendengarkan dan mengikuti acara dengan antdan semangat. Tak hanya materi tentang keagamaan tapi banyak juga materi lain seperti kesenian yang diajarkan kepada kami sehingga kami sebagai anak-anak tak bosan mengikuti rangkain kegiatan tersebut.

Setelah semua acara selesai tiba saatnya menunggu waktu berbuka, kami pun duduk berjejer di teras dan serambi Masjid menunggu hidangan berbuka yang disediakan oleh warga sekitar yang sebelumya telah diatur jadwal pemberian takjil. Sambil menunggu waktu berbuka biasanya akan ada salah seorang pengasuh yang bercerita kepada kami sehingga kami pun duduk dengan tenang, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga, saat adzan magrib berkumandang kami segera menyantap hidangan yang telah disediakan dengan lahap.

Ahh jadi rindu masa-masa itu, masa dimana yang ada di pikiran hanyalah belajar dan bermain, tak peduli tentang urusan politik, ekonomi dan sebagainya. Bagi yang membaca ini dan kalian merasa serupa mari berbagi cerita melaui kolom komentar di bawah ya, yuk kita bernostagia masa kecil bersama. Dan terakhir dari hati yang paling dalam saya pribadi mengucapkan selamat menyambut Bulan Suci Ramadan bagi teman-teman Muslim dimanapun, semoga keberkehan menghampiri kita selalu.

Tags: keseruan ramadan, masjid, ngabuburit asik, nostalgia, ramadan Categories: Cerita Pendek
share TWEET PIN IT SHARE share
katadangu

hanya mencoba menceritakan pengalaman.

Comments
  1. -

    […] itu momen lebaran inilah yang membuat kami bisa silaturahmi ke rumah warga yang mungkin di hari biasa kita tidak […]

    1. -

      Itulah Mengapa Suasana Halal Bihalal keliling kampung tidak bisa tergantikan.

Leave a reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *